Klinik kami Mengatasi Segala Macam Penyakit Dengan Pengobatan Alternatif Herbal hubungi Munir 081222593115
Sabtu, 08 Juli 2017
Melesat
Sedekah, yang dilengkapi dengan amalan lain, maka kemuliaan dan keberkahan si pelakunya akan melesat tinggi dengan cepat.
oba perhatikan kisah muadzdzin dan imam berikut ini. Dalam kondisi pekerjaannya yang “tidak bergaji”, dia ini subhaanallaah ternyata bisa menghidupi anak-anak yatim di sekitarnya. Dia menerima pekerjaan yang tidak bergaji ini, sebab dia merasa pekerjaan muadzdzin dan imam adalah ibadah yang mestinya memang dia lakukan. Beliau benar, tapi memang kadang kitalah yang salah. Tidak memperhatikan. Kalau kurang-kurang keikhlasannya, bisa jadi akan terjadi pergolakan batin yang luar biasa. Hanya karena Allah Maha Menjamin Rizki, orang-orang ini tetap terjamin dan bahkan sering terjadi keajaiban.
Seperti disebut di atas, dia ini tidak bergaji. Tapi dia bisa menghidupi anak-anak yatim sekitarnya. Orang waras akan bertanya, “Loh, darimana uangnya? Kan tidak punya gaji?”. Saudaraku, memang kalau seseorang sudah punya niatan baik, maka Allah akan sediakan jalan-jalan kemudahan baginya untuk dia bisa melakukan kebaikan tersebut.
Rupanya imam ini memang tidak punya uang untuk membiaya anak-anak tersebut. Tapi dia bercerita insya Allah dia bisa menggerakkan kanan kirinya untuk berderma. Dengan meyakinkan, dia meyakini bahwa derma dari orang, akan didebet oleh Allah sebagai juga amal yang keluar dari tangannya. Man sanna sunnatan hasanatan falahuu ajru ka-ajri faa’ilihi min ghairi ay-yanqusho bihimaa, siapa yang menyediakan jalan-jalan kebaikan, niscaya dia dapat pahala seperti yang diterima oleh pelakunya tanpa mengurangi pahala si pelaku.
Sekian tahun hal ini dia lakukan. Sungguh lengkap amalnya:
1. Dia bekerja dengan tangannya; membersihkan halaman masjid, mencuci karpet masjid, membetulkan sound-system yang rusak, membersihkan dalam masjid, senantiasa membuat koridor dan tempat wudhu keset selalu tidak licin.
2. Dia menjadi penggerak ibadah, bersama pengurus DKM yang lain; jadi tukang azan, imam rawatib, ngajar ngaji anak2 selepas maghrib, dan lain sebagainya.
3. Shalat malam dia tegakkan, sebab dia harus membuka pintu masjid untuk pertama kalinya. Dia stelin kaset pengajian sebelumshubuh membangunkan orang. Dan juga membangunkan orang dari tidurnya dengan lantunan shalawat yang dia bacakan.
4. Ditambah lagi dengan sedekah tunainya kepada anak2 yatim (amalan lainpun dianggap sedekah oleh Allah, Cuma kita kan sering menganggap sedekah itu selalu uang).
Hal-hal tersebut membuatnya melesat. Hanya dalam hitungan tahun di jari, Allah memberikan berkah. Ada seorang pengusaha yang menghibahkan sebidang tanah dan membangunkan gedung sekolah, asrama, dan rumah buat beliau. Dan “derajatnya” naik. Dari “sekedar” muadzdin dan imam rawatib, menjadi kyai pengasuh ponpes.
Disadari atau tidak, inilah berkah yang tentu saja menurut saya, sangat punya nilai ekonomi yang luar biasa besarnya. Bila ini berlaku sama beliau, kenapa tidak bisa berlaku kepada kita? Sayang, lompatan besar sering tidak kita dapatkan, hanya sebab kita tidak tergoda dengan janji Allah yang luar biasa.
Begitulah. Andai ada “jagoan sedekah”, yang melengkapi amalnya dengan amalan-amalan sunnah lainnya, maka sungguh, dia akan melesat bak meteor. Atau sebaliknya,
C
bila ada orang yang ibadah selain sedekahnya sudah hebat, lalu dia mau menyempurnakan dengan sedekah, insya Allah, Allah akan betul-betul membuat sebuah percepatan bagi perubahan hidupnya, sejak di dunia ini, dan disempurnakan nanti di akhirat. Belum lagi janji Allah akan ampunan, kasih sayang, dan surga-Nya. Masya Allah.
Penuhi kehidupan dengan kebaikan dan kebaikan, dan jangan kurangi dengan keburukan, niscaya Allah akan memenuhi hidup kita dengan keberkahan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
BILA INFORMASI KLINIK KAMI INI BERMANFAAT UNTUK ANDA SEGERA BERITAHU SAUDARA ANDA, BILA KLINIK KAMI MEMBUAT ANDA KECEWA BERITAHU KAMI SEGERA.
KLIK N SHARE